Apa Maksud Arti Hari Itu??
Pada umumnya orang nonton di TV, bioskop, komputer dll. Dan durasi pun ga lama sekitar 2 jam. Tapi kemaren saya nonton dengan layar yang sangat besar dan 4 dimensi di dalam waktu yang sangat real. Entah kenapa sehari penuh itu seperti sedang diperlihatkan sesuatu, seakan-akan... 'watch and learn'.

Awalnya tidak sadar dengan serangkaian moment kemaren, tetapi... menjelang sore hari baru kepikiran 'dari pagi sampe sore dapet informasi yang benang merahnya sama, apa maksud dari semua ini ?!' Dan dilengkapi dengan penutupan malam yang cukup sempurna, seperti ada sesuatu hari itu 'Learn and learn, this is life.'
Memang sudah 2 tahun belakangan ini, saya berusaha untuk memaknai hidup, belajar menerima kenyataan yang terjadi. Tetapi... yang namanya belajar ikhlas itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Sampe detik ini, harapan 2 tahun kebelakang itu masih ada, berharap... berharap...

Beberapa hari ini saya mencoba mendalami apa itu ikhlas, memperbaiki kualitas hubungan kepada sang pencipta, mencoba membersihkan hati dan berusaha untuk lebih bijak dalam menghadapi hari demi hari. Mungkin... dimana saat hati dan pikiran sedang berada di titik nol, maka akan lebih mudah melihat dan menganalisa serangkaian moment yang terjadi pada diri kita dimasa kini atau diwaktu yang sedang dilalui.

Saat itu saya sedang di kantor, dan tiba-tiba... teman kirim whats app mengenai berita duka tentang teman kerja dulu, sudah beberapa tahun ga ketemu dan saya cuma kirim belasungkawa melaluinya. Walaupun tidak terlalu dekat, tapi ketika mendengar kehilangan orang yang pernah kita kenal, bisa ngebuat perasaan agak meredup. Wlo suasana hati agak berkurang mood-nya, aktifitas masih bisa dilalui dengan hati tenang sampai siang.

Siang menjelang sore dalam perjalanan meeting ke Kokas, rekan saya bicara ditelepon dengan temannya.  Setelah selesai nelepon, tiba-tiba dia cerita kalau teman yang barusan nelepon sedang tertimpa musibah habis di PHK dan sekarang luntang lantung nyari pinjaman karena kontrakan belum dibayar sudah 2 bulan. Punya keluarga dengan beberapa anak, sementara istrinya juga berhenti kerja sebelum suaminya di PHK. Bertahun tahun kerja dan mungkin sudah merasa di zona nyaman, namun... siapa yang menyangka kalau suatu saat mesti 'dirumahkan' dan siapa yang akan menggaransi pemasukan dia kedepannya? apalagi dia adalah tulang punggung keluarga.

Saya banyak diam ketika mendengarnya, karena benar-benar menyimak cerita tersebut, selain itu karena tidak kenal dengan orang yang diceritakan. Tidak lama kemudian rekan saya cerita lagi dan kali ini bener-bener ngebuat saya agak shock dan ngebuat saya mikir 'Serangkaian berita yang didapat dari pagi kurang enak didengar rasamya' ngebuat agak bad mood.

Untuk yang satu ini saya ga tau harus berkata apa menyikapinya, karena takut salah bicara. Rekan saya baru ketimpa musibah, tabungan di ATM nya ludes berpuluh-puluh juta , sekitar tujuh puluh limaan juta, jumlah yang sangat banyak bagi saya!! Entah berapa lama ngumpulinnya, tapi hanya dalam sekejap uang itu bisa langsung terkuras habis. Ada beberapa faktor penyebabnya, tapi saya tidak ingin menceritakan lebih detail masalah ATM dipostingan ini, akan saya share dibeda postingan agar kita lebih berhati-hati jika mengalami kasus yang hampir sama. Sampe dia bertanya-tanya apa yang salah dengan dia, hak siapa yang dia lewatin atau... (saya bisa meneruskan banyak pertanyaan yang berhubungan dengan hilangnya uang itu), tapi saya hanya diam saja, jangan sampai seseorang tersinggung dengan ucapan kita, apalagi kalau orang tersebut sedang ditimpa musibah. Segala sesuatu pasti ada sebab akibatnya. Oke kita skip lagi yang satu ini.

Tiga berita yang saya dapatkan sampe sore itu ngebuat otak berpikir kencang dan absolutely bener-bener ngerusak mood hari itu.  Didalam perjalanan pulang naek bis, saya mencoba menganalisa runtutan informasi yang didapat hari itu karena ada ‘benang merahnya’, bukan saya ingin melebih-lebihkan peristiwa hari itu, tapi entah kenapa hati saya berkata ada sesuatu yang belum saya pahami maksud dari runtutan informasi yang didapat hari itu. Sesuatu yang saya tangkap itu... “KEHILANGAN” yang merupakan benang merahnya. Ditambah lagi di bis ada pengamen yang bawain musik instrument hanya gitar dan harmonik, plus lampu bis dimatiin, AC nya dingin pula dan bis lumayan kosong. Lengkap sudah suasana hati di bis, bikin tambah ga karuan ja.

Udah capek, ngantuk dan ga mau terlalu mikirin, coz udah jam 10 malam. Dan juga ga mau terlalu mendramatisir, mungkin hanya perasaan saya. Tetapi.... pas mau sampe rumah saya dikejutkan dengan bendera kuning di depan rumah tetangga. ternyata.. Om Marno, tetangga saya meninggal. OMG, again dan again, berita kurang menyenangkan datang berturut-turut hari itu. Semakin jadi lagi ini mood hilang. Saya memutuskan untuk melayatnya keesokan hari, coz jenazah sedang dalam perjalanan dari luar kota (almarhum meninggal sewaktu lagi dinas di luar kota).

Ga kerasa tau-tau mata udah agak basah aja (ga tau arti dibalik semua itu, maksud tuhan memberikan berita duka sepanjang hari itu). Baru juga berbaring sebentar, tiba-tiba ada telepon dari teman sambil menangis dia. Karena dia teringat seseorang yang pernah berarti dalam hidupnya. Perpisahan mereka bukan karena mereka yang menginginkan tetapi karena keadaan yang memaksa, walau sebenernya mereka satu  sama lain saling mencintai dan saling mengisi, tapi apa boleh buat, keadaan tidak mendukung mereka dari pihak keluarga.  Bertahun-tahun pisah, tapi hati itu masih ada.

Penutupan yang sangat sempurna malam itu ditutup oleh tangisan teman saya. Dan saya berusaha untuk wise menanggapinya (biasanya saya goda kalau dia lagi curhat) ( ^_^)!! Karena menurut saya ada sesuatu yang sedang Tuhan tunjukan kepada saya, tetapi saya tidak tau maksudnya.

Mungkin Tuhan sedang memperlihatkan tentang “KEHILANGAN” dari berbagai sisi kepada saya, Kehilangan sesorang ditinggal meninggal, entah karena sakit atau secara tiba-tiba, kehilangan seseorang karena keadaan  yang tidak mendukung, walau sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankannya, tetapi takdir berkata lain. Selain itu bukan hanya orang, kehilangan harta!!  yang dapat hilang dalam sekejap, hanya dengan hitungan detik (yang mungkin butuh bertahun-tahun mengumpulkannya). Dan juga kehilangan posisi dan pekerjaan, yang kadang membuat kita merasa aman & nyaman, sehingga kita selalu mengandalkan gaji bulanan.

Mungkin saya diperlihatkan bagaimana seharusnya cara menyikapi hidup ini, karena “GA ADA YANG ABADI DI DUNIA’ segala sesuatu pasti akan kembali pada-Nya kalau Tuhan berkehendak, entah manusia, harta, posisi, pekerjaan  atau apapun di alam semesta ini. Supaya saya dapat belajar IKHLAS untuk semua peristiwa yang terjadi.

Apa mungkin semua rentetan informasi yang di dapat itu hanya sebuah kebetulan? Walau semua itu saya dapetin dari peristiwa orang lain. Tapi menurut saya ga ada yang kebetulan dalam hidup ini, semua pasti udah diatur. Dan saya yakin pasti ada sesuatu yang ingin Maha Pencipta kasih tau ke saya melalui rentetan informasi itu.


Ketika saya sedang belajar tentang ikhlas dan Tuhan memberi petunjuk melalui rentetan informasi itu, apakah itu jawabanNya? Sampe hari ini pun saya tidak mengerti apa arti hari itu. Ikhlas itu sulit, sangat sulit.



1 Response
  1. Anonim Says:

    Bagus Hen karya lw, bakat lw.. Lanjutkan. Bikin buku lg


Posting Komentar

INGIN BERLANGANAN BLOG KUPASTUNTAS-MATADUNIA ? SILAKAN MASUKAN EMAIL KAMU

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

  • About Me

    Foto Saya
    Haeni
    Ehm... I'm just ordinary human and you will know when read my article So... You can see when know me ;)
    Lihat profil lengkapku

    Pengunjung FB bisa follow dibawah ini loh ;)

    ^_^