Kehidupan di Salah Satu Sudut Kota Bogor

Bogor? my lovely town!! Walaupun dibilang kota angkot, tetep saja bogor is the best dibandingin kota-kota tetangganya ;). Gimana saya tidak begitu mencintai kota ini? masih banyak penghijauan disini, ga terlalu crowded dan gunung-gunung masih kelihatan, apalagi pagi hari, keliatan banget gunung salak dari jendela kamar. Dan klo ingin lebih jelasnya, tinggal naik deh ke genteng (tempat bersemedi :)), semua bukit and gunung kelihatan, mulai dari bukit-bukit sentul, puncak, gunung putri, gunung gede and gunung salak. Wuih!! indah sekali and tentram klo ngeliatnya!! selain itu juga merupakan kota yang strategis klo diliat dari segi lokasi, ga jauh dari jakarta and bandung. Yah... pokoknya i love this town!

Karena Bogor bukan kota besar maka dari segala aspek kehidupan masih dibilang dibawah rata-rata kota jakarta. Begitu juga dengan pergaulan disini, tidak se-ekstrim jakarta. Akan tetapi kehidupan ini tidak statis, dengan adanya kemajuan jaman yang ditandai perkembangan teknologi dan perubahan pola pikir yang semakin modern, maka tidak menutup kemungkinan akan adanya perkembangan behavior yang positif maupun negatif juga. Seperti salah satu fenomena yang pernah saya jumpai tanpa disengaja (ehm... ga sengaja apa sengaja ya.... *_^), tepatnya bulan maret tahun 2009.

Saat itu saya sedang menghadiri perayaan ulang tahun teman saya di food court disalah satu mall di kota Bogor. Sebenarnya tempatnya biasa ja, dari segi makanan maupun penataan ruangannya. Tetapi karena letaknya di lantai 4 dan lumayan tinggi, so that place has a view of Mount Salak, apalagi kalau dimalam hari lampu-lampu lalu lintas dan rumah-rumah yang ada dikaki gunung terlihat sangat indah dan tentunya ditunjang dengan udara yang lumayan sejuk. Ehm... lumayan fantastic atmospherenya, tapi... ada yang lebih fantastic lagi disini, mungkin sebagian orang sudah pada tau dan tidak asing lagi. Sebelumnya saya juga pernah posting di blog wordpress saya, berhubung blog tersebut ingin saya vakumkan, tidak ada salahnya saya mengulas sedikit disini untuk memberi gambaran bahwa influence dari perkembangan jaman sudah tidak ada lagi batas-batasnya.

Ketika kami berada di food court tersebut, salah satu teman saya berkata "sepertinya ada sesuatu yang berbeda disini" dengan seketika kami pun langsung masang mata dan mengobservasi sekeliling kami. Saat itu saya hanya melihat segerombolan ABG di sekeliling kami, mereka berkelompok seperti membentuk komunitas sendiri, yang perempuan dengan perempuan yang lelaki dengan lelaki. Dengan spontanitas saya dan teman-temang yang lain langsung berkata "Apanya yang aneh?" (maklum saya kurang begitu aware dengan lingkungan sekitar saya), teman saya pun langsung bilang "coba perhatiin sekali lagi"

Saya pun langsung mengikuti saran teman saya, dimulai dari sekelompok pria yang duduk disebelah kiri dan kanan meja kami. Setelah saya mengamati beberapa menit sekumpulan pria ABG tersebut sedang bersenda gurau dan tertawa, tetapi ketika saya tela'ah terlihat keganjilan tingkah laku mereka dalam bercanda dan juga gaya mereka berpakaian. Kalau kita lihat sekilas, memang tidak akan kelihatan, jadi butuh waktu beberapa menit untuk melihat siapa mereka sebenernya. Mereka bercanda seperti pria pada umumnya tetapi ada saat dimana mereka bercanda seperti wanita, tangan dilambai-lambaikan dan terkadang bermanja-manja dengan pria disebelahnya. Tingkah laku mereka membuat kami sangat tertarik sehingga tak ada satupun dari kami yang berkomentar, fokus dengan object tersebut. Karena saya masih penasaran dan belum begitu yakin dengan apa yang saya lihat, saya lanjutkan pengamatan saya ke mereka dan bagi saya belum ada bukti yang sangat kuat untuk menyimpulkan siapa mereka.

Tiba-tiba datang seorang pria yang memilih duduk tidak jauh dari meja kami, pria tersebut cukup tampan dan tinggi, sepertinya dia janjian dengan seseorang dan kemudian menunggunya, karena yang ditunggu belum dateng-dateng juga maka dia sering sekali memainkan HP nya, entah SMS maupun nelepon. Ternyata bukan kami saja yang merhatiin kedatangan pria tersebut, bahkan sekumpulan pria-pria ABG itu pun ikut memperhatiin-nya. Dan terlihat sangat jelas klo mereka berusaha untuk mencuri perhatian pria tersebut, dengan bercanda yang sekali-kali melirik kearahnya, bahkan ada kode-kode diantara sesama kumpulan meraka untuk mengajak kenalan dengan pria tersebut. Karena tidak ada satupun usaha mereka yang berhasil mencuri perhatian pria tersebut, lantas salah satu diantara mereka berdiri dan memberi selembar kertas yang berisi salah satu no telepon mereka sambil berkata "Mas, ada teman saya yang mau kenalan dan ini no teleponnya" (sambil nunjukin kesalah satu diantara  mereka dan kembali lagi ke mejanya), Pria tampan itu hanya diam, sama seperti kami  (rupanya dia shock juga hehehe...) Saya dan teman-teman saling melirik satu sama lain dan tersenyum mesem (ga mungkin kan kenceng-kenceng, bisa dikeroyok nanti, uh.. seram). Spontan saya langsung bilang ke teman-teman "hari apa ini?" lalu teman saya pun menjawab "hari sabtu, memang ada hubungannnya?" dan saya pun dengan tertawa miris bilang "engga ada". Kami pun langsung tertawa terbahak dan bilang "hari yang aneh!"

Tidak lama kemudian, datang seorang perempuan menghampiri pria tampan itu, tanpa mempersilakan perempuan itu duduk, pria tersebut langsung mengajaknya bergegas pergi (mungkin dia takut kalau kelamaan, jadinya jeruk makan jeruk dan malah makin doyan, hehehe... kidding!). Waktu pria tersebut pergi pun, pandangan mereka tidak luput dari pria tampan itu sampe bener-bener tidak kelihatan lagi batang hidung. (ckckckckkk... segitunya!!).
Karena mereka sudah berhasil membuat kami terbengong-bengoong, kami pun langsung berpikir, 'jangan-jangan semua yang ada disini ga jauh beda lagi' Dan kami pun langsung melayangkan pandangan sampe ke sudut-sudut food court. Ups!!!!!! ternyata memang benar, hampir setiap kumpulan pria ABG yang disana tidak jauh beda dengan mereka.

Ternyata obeservasi kami tidak berhenti disitu saja, setelah kami melihat sekeliling kami, kami pun langsung melayangkan pandangan kami ke dalam ruangan (karena kami berada diluar ruangan yg view-nya langsung gunung salak). Batasan antara ruang dalam dan luar hanya kaca bening, so... segala segala yang ada disana dapat kami lihat sejauh mata memandang. Diruangan tersebut terdapat sekumpulan girls, tentunya ABG jg, sepertinya umurya tidak begitu jauh dengan kumpulan pria-pria ABG itu, antara 14-17 th (kemungkinan mereka SMP atau SMA). Dengan melihat gaya dan tingkah laku mereka pun kami sudah dapat menyimpulkan "sepertinya ini ga jauh beda dengan pria-pria ABG itu" Dan benar saja, salah satu gadis yang duduk tidak begitu jauh dari depan meja kami beranjak lalu duduk dipangkuan teman wanita yang disebelahnya then...... cium pipi kiri dan kanan (klo ini sih masih biasa), Kemudian pandangan saya alihkan ke meja lain, disana terlihat salah satu gadis bermanja-manjaan dengan teman wanita disebelahnya dan menyandarkan kepalanya kepundak wanita dengan potongan rambut dan berdandan seperti pria (pasangan ini dua-duanya sangat cantik, pria-pria pasti juga tertipu klo liat wajahnya sekilas ^_^) terkadang juga dengan bersikap macho dia membelai-belai rambut wanita itu dan tentunya ga ketinggalan juga dengan berpelukan bahkan tanpa malu-malu berkissing ria beberapa kali didepan umum.(ckckckk.... diacungin jempol tuk keberaniannya, coba dipake tuk yag lain yah, sayang sekali!).

EHm... sudah segini parahnya dunia! Ternyata tempat dimana saya besar telah berkembang pesat telah luput dari pengamatan saya. Mereka menunjukan keeksistensian mereka tanpa sembunyi-sembunyi lagi, tanpa peduli lingkungan sekitar dan norma-norma/batas-batas yang telah mereka langgar. Sebenernya memang hal seperti ini sudah tidak asing lagi, tapi mereka melakukannya ditempat umum dan entah disengaja atau tidak mereka sudah membentuk komunitas sendiri disana dan menunjukan klo tempat tersebut adalah wilayah mereka dan mereka pun tidak perlu lagi pergi ke klub-klub tertentu untuk menunjukan eksistensi mereka.
Sebenernya yang lebih memprihatinkan dari semua itu yaitu mereka terlalu belia untuk masuk ke community tersebut, karena jalan hidup mereka masih panjang dan masih banyak yang mesti dilalui. Banyak faktor yang menyebabkan mereka seperti itu, entah karena faktor genetik atau juga hanya karena eksperimen (karena di usia tersebut kematangan pola pikir & sikap masih labil dalam pencarian jati diri, sehingga... dengan adanya rasa penasaran yang cukup tinggi maka mereka mencoba segala sesuatu yang baru, klo dibilang usia remaja itu adalah usia coba-coba *_^).

Yah... apapun alasannya, sangat disayangkan jika menjadi salah satu bagian dari community tersebut dan tolong jangan di ekspos didepan umum, karena bisa dicontoh oleh adik-adik yang beranjak remaja atau remaja-remaja yang mempunyai rasa penasaran yang sangat tinggi. ^_^
 


0 Responses

Posting Komentar

INGIN BERLANGANAN BLOG KUPASTUNTAS-MATADUNIA ? SILAKAN MASUKAN EMAIL KAMU

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

  • About Me

    Foto Saya
    Haeni
    Ehm... I'm just ordinary human and you will know when read my article So... You can see when know me ;)
    Lihat profil lengkapku

    Pengunjung FB bisa follow dibawah ini loh ;)

    ^_^